Featured Basic Introduction to JPY

Indra Gozali

Forex Trader
Pesan
46
Skor
63
Lokasi
Jakarta
Pengenalan Dasar JPY

Japanese Yen (JPY) adalah mata uang Jepang. JPY merupakan mata uang ketiga terbanyak diperdagangkan di pasar forex (setelah USD dan EUR), dan merupakan yang keempat terbanyak digunakan sebagai mata uang cadangan (setelah USD, EUR, dan GBP). Sebagai mata uang resmi negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia, JPY memiliki peran yang sangat penting dalam dunia finansial.

Bank of Japan (BoJ) adalah bank sentral Jepang yang bertanggung jawab untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meminimalkan inflasi. BoJ merupakan satu-satunya lembaga yang dapat mengontrol supply mata uang JPY. Selain itu, BoJ juga dapat mengontrol ekonomi dan nilai tukar mata uang JPY lewat keputusan suku bunga. Contohnya, setelah pecahnya gelembung harga aset Jepang pada tahun 1991, terjadi stagnasi dan juga deflasi harga yang besar pada perekonomian Jepang (Lost Decade), dan BoJ menerapkan kebijakan suku bunga rendah dengan terus menurunkan suku bunga hingga mendekati nol untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Akhirnya pada tahun 2016, dengan tujuan utama untuk menahan lonjakan dari JPY yang berpotensi menurunkan daya saing ekspor Jepang, BoJ mengimplementasikan suku bunga negatif (-0.1%) yang bertahan hingga saat ini.

JPY sebagai safe-haven

Selain gold, JPY juga dapat dikategorikan sebagai mata uang safe-haven, yang berarti saat terjadi pergejolakan atau ketidakpastian pada pasar, para investor mencari perlindungan dengan berinvestasi di JPY dan membawa kenaikan pada nilai tukar JPY. Contohnya, pada saat Great Recession (2007-2009), nilai tukar USD/JPY bergerak dari kisaran 120 pada tahun 2007 menjadi kisaran 90 pada tahun 2009. Penurunan pada nilai tukar USD/JPY menandakan JPY mengalami apresiasi.

Salah satu alasan JPY dilirik sebagai mata uang safe-haven adalah karena Jepang memegang obligasi luar negeri dalam jumlah yang sangat besar, sehingga saat terjadi kepanikan pada pasar, Jepang akan melepas sebagian dari obligasi tersebut dan membeli kembali JPY sehingga mendorong kenaikan nilai tukar JPY.

JPY sebagai carry trade

Carry trade dapat diartikan sebagai memanfaatkan selisih suku bunga antara dua mata uang untuk mendapatkan keuntungan. Dengan suku bunga yang rendah sejak awal 1990, JPY memiliki peran sebagai mata uang carry trade. Strategi ini dilakukan dengan meminjam JPY dengan biaya yang sangat rendah atau bahkan tanpa biaya (dikarenakan suku bunga rendah) dan menggunakan uang pinjaman tersebut untuk berinvestasi dalam mata uang negara lain yang lebih menghasilkan, dan sebagai hasilnya mengantongi hasil dari selisih suku bunga antara kedua mata uang tersebut.

Saat ini, bank sentral dari berbagai negara mengimplementasikan kebijakan moneter longgar dimana suku bunga ditekan hingga sangat rendah bahkan mendekati nol dengan tujuan menghindari resesi (suku bunga rendah memudahkan bank serta para investor untuk meminjam uang sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi), terutama dengan adanya pandemic COVID-19 saat ini. Dengan kata lain, status JPY sebagai mata uang carry trade kurang menonjol dalam lingkungan finansial saat ini.
 

Invesment Trade Calculator


Top