USD/JPY Outlook - 07/03/2020

Indra Gozali

Forex Trader
Pesan
46
Skor
63
Lokasi
Jakarta
Data Indeks Tankan yang diumumkan pada tanggal 1 Juli kemarin menunjukkan rendahnya tingkat kepercayaan bisnis di Jepang, yang ekonominya mengalami kemunduran besar terutama disebabkan pandemi virus corona. Tankan merupakan polling kuartal yang dijadikan sebagai salah satu indikator ekonomi utama di Jepang. Data bulan Juni ini merupakan hasil survei dari sekitar 10.000 perusahaan setelah “state of emergency” diangkat dan bisnis sudah dapat kembali dijalankan. Data indeks manufaktur besar Tankan, yang didominasi oleh otomotif dan alat berat, memburuk menjadi -34 yang merupakan nilai terendah sejak 1 dekade terakhir (saat terjadi resesi besar pada tahun 2008-2010). Ini disebabkan adanya penurunan besar pada jumlah ekspor dan produksi pada bulan April dan Mei saat adanya state of emergency. Data indeks non-manufaktur besar Tankan berada pada -17, yang merupakan hasil data negatif pertama dalam 9 tahun terakhir. Ini terutama disebabkan absennya aktivitas pada industry pariwisata di Jepang yang membuat sektor hotel dan restoran mengalami kemunduran besar.

Walaupun aktivitas ekonomi sudah kembali berjalan, perusahaan rendah hingga menengah masih tetap pesimis, dan bahkan memprediksi tingkat kepercayaan mereka akan semakin menurun saat survei Tankan bulan September nanti. Selain itu, hasil data ini juga menunjukkan pasar tenaga kerja lebih buruk dibandingkan prediksi pasar, sehingga masih ada risiko yang cukup signifikan dalam hal pekerjaan. Karena itu, untuk jangka menengah, kita masih dapat mengharapkan adanya penurunan dalam mata uang JPY. Ini diperkuat dengan perlunya Jepang menerapkan kebijakan untuk menekan nilai tukar mereka untuk mendukung bidang pariwisata dan daya saing ekspor. Disarankan melakukan buy pada kisaran 107.30, dengan stop loss 50 pips, dan target 108.00.
 

Moderator 6

Moderator
Anggota Staf
Pesan
181
Skor
16
Data Indeks Tankan yang diumumkan pada tanggal 1 Juli kemarin menunjukkan rendahnya tingkat kepercayaan bisnis di Jepang, yang ekonominya mengalami kemunduran besar terutama disebabkan pandemi virus corona. Tankan merupakan polling kuartal yang dijadikan sebagai salah satu indikator ekonomi utama di Jepang. Data bulan Juni ini merupakan hasil survei dari sekitar 10.000 perusahaan setelah “state of emergency” diangkat dan bisnis sudah dapat kembali dijalankan. Data indeks manufaktur besar Tankan, yang didominasi oleh otomotif dan alat berat, memburuk menjadi -34 yang merupakan nilai terendah sejak 1 dekade terakhir (saat terjadi resesi besar pada tahun 2008-2010). Ini disebabkan adanya penurunan besar pada jumlah ekspor dan produksi pada bulan April dan Mei saat adanya state of emergency. Data indeks non-manufaktur besar Tankan berada pada -17, yang merupakan hasil data negatif pertama dalam 9 tahun terakhir. Ini terutama disebabkan absennya aktivitas pada industry pariwisata di Jepang yang membuat sektor hotel dan restoran mengalami kemunduran besar.

Walaupun aktivitas ekonomi sudah kembali berjalan, perusahaan rendah hingga menengah masih tetap pesimis, dan bahkan memprediksi tingkat kepercayaan mereka akan semakin menurun saat survei Tankan bulan September nanti. Selain itu, hasil data ini juga menunjukkan pasar tenaga kerja lebih buruk dibandingkan prediksi pasar, sehingga masih ada risiko yang cukup signifikan dalam hal pekerjaan. Karena itu, untuk jangka menengah, kita masih dapat mengharapkan adanya penurunan dalam mata uang JPY. Ini diperkuat dengan perlunya Jepang menerapkan kebijakan untuk menekan nilai tukar mereka untuk mendukung bidang pariwisata dan daya saing ekspor. Disarankan melakukan buy pada kisaran 107.30, dengan stop loss 50 pips, dan target 108.00.
Thank you for the USDJPY sharing :D
 

Invesment Trade Calculator


Top